Ancaman Dasar
Social Engineering
Social engineering menyerang sisi psikologis korban dengan memanfaatkan rasa takut, panik, percaya, atau penasaran.
Berbeda dari serangan teknis, social engineering menyerang manusia, bukan sistem. Pelaku memanipulasi emosi: menakut-nakuti ('akunmu akan diblokir'), membuat panik ('transfer sekarang juga'), atau membangun kepercayaan ('ini aku temanmu'). Karena memanfaatkan reaksi spontan, korban sering bertindak tanpa verifikasi. Pertahanan terbaik adalah memperlambat keputusan: berhenti sejenak, curigai permintaan mendesak, dan selalu konfirmasi melalui kanal resmi atau orang yang dikenal sebelum bertindak.
๐ Contoh
- Mengaku guru, bank, kurir, atau teman
- Pura-pura panik minta pulsa/uang
- Mengaku admin minta kode verifikasi
๐ฉ Ciri-ciri
- Meminta tindakan cepat tanpa verifikasi
- Memainkan emosi (takut, kasihan, penasaran)
- Menghindari pertanyaan klarifikasi
๐ก๏ธ Sikap Aman
- Konfirmasi melalui kanal resmi
- Jangan terburu-buru mengambil keputusan
- Verifikasi identitas pengirim lebih dulu